Sains & Luar AngkasaTEKNOLOGITeknologi Masa Depan

Perbenturan Pengukuran Supernova dan CMB Memperdalam Misteri Hubble Constant Puzzle

Mengintip misteri alam semesta, para astronom berusaha mengukur ekspansi benda angkasa dengan menggunakan supernova lokal dan pengukuran microwave kosmik. Tetapi mereka menemukan sebuah teka-teki yang cukup membingungkan, yaitu Hubble Constant Puzzle. Disini, hasil yang didapatkan dari pengukuran tersebut berfluktuasi dan berpotensi menciptakan tantangan besar bagi para peneliti.

Beberapa peneliti berargumen bahwa metode ketiga yang dapat digunakan untuk menghitung konstanta Hubble adalah dengan mengaplikasikan gelombang gravitasi yang dipancarkan oleh penggabungan lubang hitam. Namun, jawaban pasti untuk teka-teki ini masih menjadi bahan penelitian yang belum terselesaikan. Dengan demikian, misteri dibalik Hubble Constant Puzzle ini masih terus membayangi dunia astronomi.

Pendekatan Baru: Gema Kosmik NANOGrav

Selanjutnya, berdasarkan penelitian terbaru, Observatorium Nanohertz Amerika Utara (NANOGrav) telah mengubah galaksi kita menjadi antena gelombang gravitasi raksasa dengan memantau pulsar yang diatur dengan waktu yang tepat. “Gema kosmik” ini kemungkinan besar berasal dari banyaknya penggabungan lubang hitam supermasif. Para peneliti menyarankan untuk memperlakukan latar belakang tersebut secara statistik sebagai “siren stokastik” yang mencakup tingkat ekspansi. Dalam skenario ini, Hâ‚€ yang lebih rendah (ekspansi yang lebih lambat) berarti lebih banyak penggabungan dalam volume tertentu, yang memperkuat gema. Diterapkan pada data saat ini, metode ini lebih memilih ekspansi yang lebih cepat. Meski masih awal, seiring peningkatan detektor, metode ini seharusnya dapat “mendengar” latar belakang tersebut dan mengukur Hâ‚€ dengan presisi, yang berpotensi meredakan ketegangan dalam penelitian Hubble Constant Puzzle.

Beragam Petunjuk dalam Teka-Teki Kosmik Konstanta Hubble

Di sisi lain, ketegangan Hubble mungkin menandakan adanya fisika baru: beberapa kemungkinan meliputi peledakan “energi gelap awal” yang singkat, interaksi sektor gelap yang eksotis, atau bahkan modifikasi halus terhadap gravitasi. Para astronom menggunakan setiap petunjuk yang mereka dapatkan: “lilin standar” yang disempurnakan dan “siren standar” gelombang gravitasi independen. Misalnya, penggabungan bintang neutron LIGO memberikan Hâ‚€ yang konsisten dengan supernova, sedangkan gema waktu pulsar baru memberikan pengecekan ketiga. Sejauh ini, perkiraan Hâ‚€ gelombang gravitasi ini berada dalam rentang ketidakpastian saat ini. Dengan menggabungkan lilin standar, siren standar, dan gema kosmik, para ilmuwan berharap untuk mengetahui apakah ketegangan tersebut membutuhkan kosmologi baru yang eksotis atau hanya pengukuran yang lebih baik.

Related Articles

Back to top button