Sains & Luar AngkasaTEKNOLOGITeknologi Masa Depan

Boeing Starliner Test Flight Berlangsung 93 Hari: Isu Thruster Propulsion Menyulitkan Insinyur

Sebuah misi penting diluncurkan pada 5 Juni 2024, mengorbitkan pesawat ruang angkasa Starliner milik Boeing ke antariksa. Namun, dari yang seharusnya menjadi penerbangan uji coba selama delapan hari, misi ini berubah menjadi perjalanan berdurasi sembilan bulan (286 hari) akibat anomali dalam sistem propulsi selama proses rendezvous dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Menyusul kejadian ini, NASA merilis sebuah laporan panjang sebanyak 311 halaman pada 19 Februari 2026, menguraikan berbagai kegagalan yang terjadi, baik dari sisi teknis maupun kepemimpinan.

Selanjutnya, NASA telah mengkategorikan misi dari Boeing Starliner Test Flight ini sebagai “Type A” mishap, yang merupakan tingkat kegagalan tertinggi mereka. Sebagai tanggapan, lembaga tersebut mengatakan bahwa mereka akan menuntut pertanggungjawaban dari para manajer dan tidak akan mengizinkan Starliner membawa awak lainnya hingga semua masalah dapat diselesaikan sepenuhnya.

Hasil Penyelidikan Terkait Penerbangan Uji Coba Boeing Starliner: Isu Kebocoran Helium dan Gagalnya Thruster

Menurut hasil penyelidikan, Starliner mengalami kebocoran helium dan kegagalan thruster selama proses docking yang mengakibatkan hilangnya kontrol sementara atas pesawat ruang angkasa. Laporan tersebut menunjukkan bahwa “interaksi kompleks” antara kegagalan perangkat keras, isu desain dan kualifikasi, kegagalan kepemimpinan, dan masalah budaya tidak memenuhi persyaratan keselamatan NASA.

Di sisi lain, penyelidikan tersebut menunjukkan bahwa misi ini mengungkap kelemahan dalam sistem propulsi serta kerangka kerja operasional NASA. Ada 61 rekomendasi yang dibuat dalam laporan tersebut untuk meningkatkan pengujian dan desain pesawat ruang angkasa sebelum misi berikutnya.

Tanggapan NASA dan Rencana Masa Depan Pasca Uji Coba Penerbangan Boeing Starliner

Namun demikian, NASA dan Boeing kini sedang berupaya untuk mengatasi berbagai masalah yang ada. NASA telah mengklasifikasikan uji coba penerbangan ini sebagai insiden tipe A dan menyatakan tidak akan mengirim kru lainnya hingga semua permasalahan teknis dipahami dan diatasi sepenuhnya.

Bagian berikutnya, Boeing sendiri menyatakan telah mencapai “kemajuan substansial” dalam melakukan perubahan untuk menyelesaikan permasalahan yang sejalan dengan temuan dalam laporan tersebut. NASA juga berencana untuk menerapkan semua 61 rekomendasi sebelum misi Boeing Starliner berikutnya.

Related Articles

Back to top button