Stablecoin Licences in Hong Kong: HSBC dan Standard Chartered Jadi Penerima Pertama

Menyusul peluncuran kerangka kerja regulasi stablecoin baru di Hong Kong, HSBC dan Standard Chartered berada di ambang menjadi beberapa institusi pertama yang menerima lisensi penerbit stablecoin. Menurut laporan terbaru, Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) sedang bersiap untuk memberikan persetujuan pertama di kota ini dalam kerangka baru mereka. Langkah ini akan memungkinkan entitas berlisensi untuk menerbitkan stablecoin yang dipegang ke mata uang fiat seperti dolar Hong Kong, menandai tonggak penting dalam upaya Hong Kong untuk membangun ekosistem aset digital yang diatur.
Selanjutnya, ini adalah berita besar dalam dunia fintech, yang menunjukkan bagaimana Hong Kong bergerak maju dalam mendorong adopsi teknologi blockchain dan mata uang digital. Dengan pemberian lisensi ini, stablecoin akan mendapatkan legitimasi lebih lanjut sebagai sarana transaksi yang stabil dan dapat dipercaya. Ini juga dapat membuka jalan bagi institusi keuangan lainnya untuk mengikuti jejak mereka, memperluas penggunaan stablecoin dan teknologi blockchain di sektor keuangan yang lebih luas.
Hong Kong Bersiap Menerbitkan Lisensi Stablecoin Pertama Berdasarkan Kerangka Regulasi Baru
Namun demikian, laporan menyebutkan bahwa lisensi tahap awal bisa dikeluarkan dalam beberapa minggu meskipun waktu akhir dan jumlah persetujuan masih belum jelas. Beberapa sumber yang akrab dengan diskusi tersebut mengatakan bahwa HSBC dan sebuah perusahaan patungan yang terkait dengan Standard Chartered bisa menjadi entitas pertama yang menerima persetujuan tersebut. Regulator Hong Kong dilaporkan telah menerima puluhan aplikasi dalam kerangka kerja tersebut seiring dengan rencana pihak berwenang untuk menjadikan kota tersebut sebagai pusat global untuk aset digital.
Di sisi lain, bank-bank tersebut sendiri belum mengkonfirmasi laporan tersebut secara publik. Standard Chartered menolak untuk memberikan komentar mengenai hal tersebut, sementara HSBC tidak segera merespons permintaan komentar. HKMA juga telah menyatakan bahwa mereka tidak memberikan komentar mengenai rumor pasar. Sebuah laporan sebelumnya menunjukkan bahwa HKMA sedang bersiap untuk menerbitkan lisensi penerbit stablecoin pertama di kota tersebut pada Maret 2026, meski hanya beberapa persetujuan yang diharapkan dalam batch awal.
Bagian berikutnya membahas bagaimana bank tradisional telah mengeksplorasi inisiatif stablecoin di beberapa pusat keuangan. Di Singapura, HSBC dan Standard Chartered sebelumnya telah bekerja sama dengan lembaga keuangan dan mitra teknologi untuk mempelajari bagaimana aset yang ditokenisasi dan sistem pembayaran berbasis blockchain dapat digunakan di bidang seperti pembiayaan perdagangan dan manajemen kekayaan. Hong Kong juga telah meningkatkan kerangka regulasi sendiri untuk stablecoin, setelah legislaturnya mengesahkan sebuah RUU pada Mei 2025 yang menetapkan sebuah skema lisensi untuk penerbit stablecoin yang diacu fiat di bawah Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA).
Menyimpulkan, Hong Kong telah secara bertahap memperketat kerangka regulasi untuk aset digital dalam beberapa tahun terakhir. Kota tersebut mengenalkan sebuah peraturan stablecoin, yang mengharuskan penerbit stablecoin yang diacu fiat untuk mendapatkan lisensi dan memenuhi persyaratan cadangan dan tata kelola yang ketat. Persetujuan yang diantisipasi untuk bank seperti HSBC dan Standard Chartered dapat menandakan peran yang semakin besar untuk institusi keuangan tradisional di pasar stablecoin seiring regulator berusaha untuk membawa sektor tersebut di bawah pengawasan yang lebih jelas.




