Berita NasionalSains & Luar AngkasaTEKNOLOGI

Jupiter Resumes Direct Motion: Puncak Keterlihatan Gas Raksasa untuk Pengamat Langit 2026

Pada malam tanggal 10 Maret 2026, sebuah fenomena langit yang menarik akan terjadi ketika Jupiter tampak berbalik arah di angkasa. Ini adalah ilustrasi yang dikenal dengan gerakan retrograde. Sebelum Anda terbawa asumsi, perlu diketahui bahwa ini bukanlah pergerakan fisik sebenarnya dari planet tersebut, melainkan hanyalah ilusi optik. Ilusi ini terjadi sebagai hasil dari Bumi yang bergerak lebih cepat dalam orbitnya dan “menyalip” Jupiter.

Ketika Bumi melewati antara Matahari dan Jupiter, planet terluar ini tampak mengambang mundur melawan latar belakang bintang-bintang. Seiring dengan berjalannya waktu, tepatnya pertengahan Maret, Jupiter akan kembali melanjutkan gerakannya ke arah timur (prograde) melalui konstelasi Gemini. Ini merupakan fenomena yang dikenal sebagai “Jupiter Resumes Direct Motion”.

Alasan Jupiter Tampak Berbalik Arah Saat Melanjutkan Gerakannya

Berdasarkan pengetahuan umum, Jupiter biasanya bergerak ke arah timur melalui bintang-bintang (gerakan “prograde”), namun saat mendekati oposisi, planet ini dapat tampak berbalik arah. Gerakan mundur ini hanyalah ilusi yang diakibatkan oleh perspektif Bumi. Oleh karena Bumi bergerak lebih cepat dibandingkan Jupiter, maka suatu waktu Bumi akan melampaui planet raksasa berbahan gas ini.

Selanjutnya, ketika Bumi melewati antara Jupiter dan Matahari, Jupiter tampak melambat, berhenti dan bergeser ke arah barat untuk sementara waktu. Siklus gerakan retrograde Jupiter yang dimulai pada November 2025 akan berakhir sekitar tanggal 10 Maret 2026.

Melihat Jupiter Melanjutkan Pergerakan Normalnya di Bulan Maret

Jupiter akan tampak jelas di langit malam, dengan kilauan yang sangat terang karena magnitudenya mencapai -2.3. Setelah matahari terbenam, Anda dapat mengarahkan pandangan ke selatan untuk menemukan posisi Jupiter yang tinggi di konstelasi Gemini, tepat di dekat dua bintang yang dikenal sebagai Castor dan Pollux. Jupiter akan terlihat seperti berlian cemerlang yang berada di antara dua bintang tersebut. Bahkan dengan menggunakan teropong sekalipun, Anda dapat melihat disk Jupiter beserta empat bulan besarnya yang ditemukan oleh Galileo.

Di sisi lain, Anda juga dapat melihat awan di Jupiter melalui teleskop kecil. Jupiter akan tampak di langit mulai dari senja hingga menjelang fajar. Pada tanggal 25-26 Maret, bulan yang sedang membesar akan tampak berada di dekat Jupiter di langit.

Related Articles

Back to top button