Ultra-Fast Pulsar Terdeteksi oleh Ilmuwan Dekat Lubang Hitam Supermassive Milky Way

Di keramaian pusat Bima Sakti, para astronom telah menemukan sebuah sinyal misterius yang tidak berasal dari objek apapun yang dikenal di galaksi ini. Sinyal ini tampaknya mengindikasikan aktivitas di sekitar lubang hitam supermasif kita, Sagittarius A*. Penemuan langka ini, kandidat pulsar milidetik yang dinamakan BLPSR dan berputar setiap 8,19 milidetik, mungkin membuka jalan baru bagi para peneliti untuk mempelajari bagaimana ruang dan waktu berfungsi di bawah gravitasi ekstrem.
Selanjutnya, karena pulsar berfungsi seperti jam kosmik yang sangat akurat, variasi kecil dalam waktu pulsa mereka dapat memberikan informasi tentang kekuatan gaya gravitasi yang bekerja di sekitar objek massif. Dengan kata lain, penemuan Pulsar Ultra-Fast ini dapat membantu kita memahami lebih dalam tentang misteri alam semesta.
Penemuan Kandidat Pulsar Ultra-Cepat 8,19 Milidetik di Dekat Lubang Hitam Pusat Bima Sakti
Sebuah laporan yang diterbitkan dalam Jurnal Astrofisika menunjukkan bahwa para ilmuwan, yang merupakan bagian dari Survei Pusat Galaksi Listen Galactic Breakthrough, telah menemukan kandidat pulsar 8,19 milidetik di dekat Sagittarius A*, lubang hitam pusat Bima Sakti.
Di sisi lain, Pulsar merupakan sisa-sisa dari bintang berukuran besar, yang dikenal sebagai bintang neutron. Mereka berputar sangat cepat dan memancarkan berkas gelombang radio yang melewati Bumi pada interval yang teratur, sangat mirip dengan sebuah mercusuar di ruang angkasa. Ketika sinyal ini tetap konstan, para ilmuwan dapat menggunakannya sebagai penanda waktu yang luar biasa akurat di luar angkasa.
Melakukan Observasi Lanjutan untuk Mengonfirmasi Pulsar Ultra-Cepat dan Mengukur Efek Gravitasi Ekstrem
Para ahli mengungkapkan bahwa kekuatan eksternal yang kuat, seperti tarikan gravitasi sebuah lubang hitam terdekat, bisa sedikit mengubah waktu pulsa. Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengukur dan memodelkan bagaimana gravitasi membengkokkan ruang-waktu dalam lingkungan ekstrem.
Bagian berikutnya, lubang hitam di pusat galaksi kita, Sagittarius A*, memiliki massa sekitar 4,3 juta kali dari matahari, menghasilkan efek gravitasi yang kuat pada segala sesuatu di sekitarnya. Para peneliti saat ini sedang melakukan observasi lanjutan dan telah merilis data mereka secara publik. Hal ini memungkinkan tim dari seluruh dunia untuk memverifikasi apakah sinyal tersebut berasal dari sebuah pulsar milidetik.




