Aplikasi MobileKecerdasan Buatan (AI)TEKNOLOGI

Integrasi Chatbot AI Pihak Ketiga Berbayar di WhatsApp Diluncurkan Meta Pasca Intervensi EU

Sebuah perubahan signifikan baru-baru ini telah terjadi dalam dunia teknologi chatbot. Meta, perusahaan media sosial raksasa, telah merubah kebijakannya untuk memperbolehkan integrasi chatbot AI pihak ketiga di WhatsApp di beberapa wilayah tertentu. Langkah ini diambil setelah adanya penolakan dari Uni Eropa, yang menilai kebijakan sebelumnya melanggar aturan persaingan mereka.

Menariknya, meskipun Meta telah membuka peluang bagi platform AI pesaing untuk beroperasi di WhatsApp, mereka berencana untuk memungut biaya untuk setiap pesan non-template yang dikirim. Selain itu, perusahaan hanya memberikan pengecualian ini untuk 30 negara. Ini adalah suatu terobosan yang menjadi sorotan, mengingat integrasi chatbot AI pihak ketiga di WhatsApp adalah hal yang baru.

Selanjutnya, perubahan ini tentunya menjadi kabar yang cukup mengejutkan, namun juga membuka peluang baru dalam dunia teknologi dan komunikasi. Dengan kebijakan baru ini, kita dapat melihat bagaimana peran AI terus berkembang dan beradaptasi dengan tantangan dan perubahan dalam industri, terutama dalam konteks integrasi chatbot di platform seperti WhatsApp.

Meta Membuka Akses WhatsApp untuk Chatbot AI Pesaing

Pada Oktober 2025, Meta merubah kebijakan API aplikasi bisnisnya untuk membatasi chatbot AI pihak ketiga mengakses WhatsApp Business. Aturan baru ini mulai berlaku pada 15 Januari. Setelah perubahan ini, ChatGPT, Copilot, dan bot AI lainnya dinonaktifkan. Perusahaan tidak menyebutkan alasan spesifik di balik pelarangan ini, meskipun beberapa laporan mengatakan bahwa hal tersebut mungkin karena chatbot ini bersaing langsung dengan Meta AI.

Namun demikian, perusahaan menyatakan, “Penyedia AI hanya diperbolehkan untuk menawarkan asisten AI umum di Platform Bisnis WhatsApp dimana Meta secara hukum diwajibkan untuk mengizinkan penggunaan ini.” Setelah kebijakan ini dijalankan, Uni Eropa menilai langkah tersebut sebagai anti-kompetitif dan memberikan peringatan tentang kemungkinan penerapan tindakan sementara untuk mencegah potensi kerugian pada perusahaan AI pesaing. Kekhawatiran yang sama juga diungkapkan oleh pengawas di Italia pada bulan Desember, yang mengarah pada Meta untuk memperbolehkan chatbot AI pesaing di negara tersebut dengan biaya.

Di sisi lain, dalam dokumen yang telah diperbarui, raksasa teknologi ini menyatakan bahwa di negara-negara di mana secara hukum diharuskan untuk memberikan dukungan platform bisnis WhatsApp kepada penyedia AI pihak ketiga, perusahaan akan memungut biaya untuk setiap pesan non-template yang dikirim bot ke pengguna. Ketentuan ini saat ini berlaku di 30 negara, di mana 26 di antaranya adalah anggota Uni Eropa, tiga anggota Area Ekonomi Eropa (EEA), dan negara lainnya adalah Brasil.

Dilansir dari sumber yang dapat dipercaya, Meta bisa memungut biaya kepada penyedia AI antara 0.0490 EUR (sekitar Rp 5) dan 0.1323 EUR (sekitar Rp 14) untuk setiap pesan non-template, tergantung pada negara. Mengingat percakapan pengguna dengan bot AI bisa mencakup puluhan pesan, layanan ini bisa menjadi biaya yang cukup besar bagi perusahaan AI.

Sebagai informasi tambahan, juru bicara Meta mengatakan, “Untuk 12 bulan ke depan, kami akan mendukung chatbot AI umum menggunakan API Bisnis WhatsApp di Eropa sebagai respons terhadap proses regulasi Komisi Eropa. Kami percaya bahwa ini menghapus kebutuhan untuk intervensi segera karena memberikan waktu yang dibutuhkan Komisi Eropa untuk menyelesaikan investigasinya.”

Related Articles

Back to top button