Google memperkenalkan Android XR OS kepada dunia tahun lalu, platform yang dikembangkan khusus untuk perangkat extended reality (XR). Sekarang, gambaran awal dari sistem operasi ini mulai terlihat melalui beberapa screenshot yang bocor, memberikan gambaran pertama mengenai tampilan antarmuka pengguna dan filosofi desainnya. Berdasarkan laporan yang ada, gambar-gambar ini memberikan petunjuk bahwa sistem operasi ini akan datang dengan tampilan yang bersih dan minimalis, dirancang khusus untuk komputasi spasial. Android XR OS diharapkan menjadi tenaga penggerak bagi generasi baru perangkat mixed reality dan augmented reality.
Pandangan Pertama pada Android XR OS: Antarmuka Spasial dan Desain ‘Glimmer’ Teranyar
Sebuah laporan mengindikasikan bahwa antarmuka pengguna Android XR menampilkan jendela aplikasi mengambang, ubin yang membulat, dan sistem navigasi yang disederhanakan untuk mengurangi kekacauan di layar. Antarmuka utama dilaporkan menampilkan grid aplikasi sentral dengan ikon-ikon besar yang dioptimalkan untuk penggunaan dalam lingkungan 3D. Selanjutnya, elemen-elemen sistem seperti indikator baterai, status koneksi, dan waktu ditempatkan secara diskret untuk memungkinkan pengguna mengakses informasi kunci tanpa membebani bidang visual.
Namun demikian, bahasa desain keseluruhan Android XR OS dilaporkan diberi nama Glimmer. Ini menjamin efek pencahayaan halus dan sorotan yang diterapkan pada komponen antarmuka. Akibatnya, tombol, ubin, dan panel memiliki kilauan reflektif lembut yang bereaksi secara dinamis terhadap gerakan dan perspektif. Ini juga selaras dengan prinsip Material You milik Google, dengan tepi lembut, sudut membulat, gradien lembut, dan bayangan kedalaman.
Di sisi lain, sesuai laporan, panel dan jendela mampu mengambang secara independen dan dapat diubah ukuran atau posisinya dalam bidang pandang pengguna. Laporan tersebut mencatat bahwa salah satu sorotan utama dari UI yang bocor adalah fokus kuatnya pada kecerdasan buatan. Diharapkan dapat menanamkan asisten AI Google yang dalam ke dalam sistem, menawarkan saran kontekstual dan kontrol berbasis suara. Pengguna mungkin dapat mengakses panel overlay AI untuk bantuan waktu nyata, merangkum konten, atau merespons pertanyaan tanpa memaksa pengguna untuk beralih aplikasi.
Berikutnya, Android XR OS juga kompatibel dengan aplikasi proprietary Google, seperti Foto, Google TV, dan YouTube. Wearable pertama yang ditenagai oleh sistem operasi baru ini diperkenalkan pada Oktober 2025. Harga perangkat ini ditetapkan sebesar $1,799 (sekitar Rp. 1,58,000) untuk varian penyimpanan 16GB RAM + 256GB tunggal di AS. Di sisi lain, di Korea Selatan, harganya ditetapkan sebesar KRW 2,690,000 (sekitar Rp. 1,65,000) untuk konfigurasi 256GB yang sama. Hanya tersedia di pasar tertentu.
