OnePlus 16, iQOO 16, Redmi K100 Pro Max Diperkirakan Diluncurkan Dengan Harga Lebih Tinggi Tahun Ini

Sebuah ramalan baru-baru ini menimbulkan gelombang kekhawatiran di kalangan pecinta teknologi. Harga model-model smartphone flagship yang akan segera meluncur dari OnePlus, iQOO, dan Redmi, seperti OnePlus 16, iQOO 16, dan Redmi K100 Pro Max, diramal akan naik. Kemungkinan kenaikan ini disebabkan oleh biaya produksi yang lebih tinggi untuk chipsets yang dibuat menggunakan proses 2nm, teknologi yang jauh lebih mahal untuk diproduksi.
Selanjutnya, perubahan ini kemungkinan akan mempengaruhi model premium yang diharapkan rilis nanti tahun ini. Jadi, generasi terbaru dari smartphone flagship ini mungkin akan dibanderol dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan model-model sekarang. Hal ini tentu akan menambah tantangan baru bagi konsumen dalam memilih smartphone dengan spesifikasi tinggi namun tetap terjangkau.
Harga OnePlus 16, iQOO 16, Redmi K100 Pro Max: Flagship Teranyar dengan Chip 2nm Diprediksi Akan Lebih Mahal
Seorang tipster melalui sebuah unggahan terbaru di Weibo mengemukakan bahwa model generasi baru yang dibangun dengan proses 2nm ini kemungkinan akan dibanderol mulai dari sekitar CNY 5.000 (sekitar Rp. 11,5 juta) untuk konfigurasi 12GB + 256GB. Prediksi ini diyakini berlaku untuk perangkat seperti OnePlus 16, iQOO 16, dan Redmi K100 Pro Max yang diharapkan akan diluncurkan nanti tahun ini.
Di sisi lain, smartphone ini diperkirakan akan menggunakan prosesor flagship generasi berikutnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 6 atau MediaTek Dimensity 9600 SoC. Beberapa laporan juga menunjukkan bahwa Qualcomm bisa memperkenalkan varian Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro.
Namun demikian, jika klaim ini terbukti akurat, harga awal ini akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model saat ini. OnePlus 15 dan Redmi K90 Pro Max diluncurkan dengan harga CNY 3.999 (sekitar Rp. 9,3 juta) untuk varian 12GB + 256GB, sementara iQOO 15 diluncurkan dengan harga sekitar CNY 4.100 (sekitar Rp. 9,5 juta).
Bagian berikutnya, peningkatan biaya produksi mungkin menjadi pendorong kenaikan harga yang diharapkan. Laporan tersebut menunjukkan bahwa satu wafer 2nm dari TSMC bisa berharga lebih dari $30.000 (sekitar Rp. 434 juta), hampir dua kali lipat harga wafer 4nm saat ini. Kenaikan harga RAM dan memori juga meningkatkan biaya produksi. Biaya yang lebih tinggi ini mungkin mendorong merek smartphone untuk menaikkan harga model flagship yang akan datang. Perusahaan juga dapat menyisihkan chip 2nm untuk varian premium, sementara model standar menggunakan prosesor 3nm yang lebih canggih.
Penting untuk dicatat, tipster yang sama sebelumnya mengklaim bahwa Snapdragon 8 Gen 6 Pro akan sangat mahal. Chip 2nm dari TSMC diharapkan mendukung RAM LPDDR6, memiliki GPU penuh dan cache penuh, dan mungkin digunakan pada perangkat seperti Samsung Galaxy S27 Ultra dan model Xiaomi 18 Pro atau Pro Max.




