Personalised Shopping Recommendations: Meta AI’s New Strategy to Challenge ChatGPT, Gemini

Dalam dunia yang semakin canggih ini, kebutuhan akan belanja online yang lebih personal dan efisien menjadi semakin penting. Meta, perusahaan teknologi raksasa, dikabarkan tengah mengembangkan fitur baru di dalam asisten kecerdasan buatan (AI) mereka. Fitur ini dirancang untuk memungkinkan pengguna melakukan penelitian produk dan mendapatkan rekomendasi belanja yang dipersonalisasi langsung melalui asisten AI mereka, yang dikenal sebagai Meta AI.
Di sisi lain, dalam laporan terbaru, langkah ini tampaknya merupakan bagian dari upaya Meta yang lebih luas untuk bersaing dengan platform AI lainnya seperti ChatGPT milik OpenAI dan Gemini milik Google. Kedua platform tersebut baru-baru ini telah menambahkan fitur baru ke dalam alat browsing dan belanja mereka. Dengan munculnya fitur-fitur baru ini, kemampuan untuk mendapatkan rekomendasi belanja yang dipersonalisasi menjadi semakin mudah dan dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja.
Fitur Belanja dari Meta AI: Strategi Inovatif dalam Memberikan Rekomendasi Belanja Personalisasi
Sebuah laporan baru-baru ini menyebutkan bahwa Meta telah meluncurkan fitur belanja baru untuk beberapa pengguna berbasis Amerika Serikat melalui antarmuka web Meta AI. Pengguna dapat meminta rekomendasi produk seperti pakaian, elektronik, atau aksesori, dan chatbot akan menampilkan serangkaian gambar produk dalam bentuk karusel.
Selanjutnya, alih-alih mengarahkan pengguna ke situs web eksternal atau mesin pencari, asisten AI dapat memberikan ringkasan spesifikasi produk. Setiap kartu produk dilaporkan mencakup keterangan yang menjelaskan merek, situs web, dan harga produk. Chatbot juga memberikan penjelasan singkat dalam format poin yang merangkum alasan produk tersebut direkomendasikan, sesuai dengan laporan tersebut.
Namun demikian, pengguna dapat mengajukan pertanyaan dengan bahasa alami, seperti membandingkan smartphone, laptop, atau perangkat rumah tangga, dan menerima detail yang mencakup rentang harga, perbandingan fitur, dan potensi pro dan kontra. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa Meta dapat mengintegrasikan tautan ke pengecer online atau platform belanja, yang berpotensi membuka peluang monetisasi melalui kemitraan afiliasi.
Bagian berikutnya, ketika diperlukan, rekomendasi chatbot dikatakan dipersonalisasi berdasarkan apa yang sudah diketahui Meta tentang pengguna, termasuk lokasi dan gender yang diduga. Misalnya, dalam satu tes yang disebutkan dalam laporan tersebut, ketika diminta untuk mencari jaket puffer, asisten merujuk ke lokasi pengguna di New York dan menyarankan jaket wanita berdasarkan nama yang terkait dengan akun tersebut.
Seorang juru bicara Meta, yang disebutkan dalam laporan tersebut, mengatakan bahwa alat belanja sedang dalam tahap pengujian namun menolak untuk memberikan detail tambahan tentang ketersediaan lebih luas atau rencana monetisasi.
Langkah ini diambil pada saat platform AI lainnya berusaha untuk mengintegrasikan fitur terkait e-commerce. Sebagai contoh, ChatGPT telah memperkenalkan pengalaman belanja agentic yang memungkinkan konsumen untuk menjelajahi produk dan, dalam beberapa kasus, melakukan pembelian melalui integrasi checkout instan dengan mitra pedagang. Sementara Google, telah berusaha untuk memperluas fitur belanja berbasis AI di mesin pencari dan aplikasi Gemini. Dengan persaingan di ruang AI yang cenderung meningkat, perusahaan AI berusaha untuk memposisikan asisten mereka lebih dari sekadar antarmuka percakapan.



