Pinned Tabs Feature Android: Kenyamanan Baru dari Google Chrome untuk Pengguna Smartphone

Pinned Tabs Feature Android, sebuah fitur yang lama dinantikan akhirnya hadir, memberikan kemudahan bagi para pengguna Android untuk mengatur tab penting mereka. Sebelumnya, fitur yang memungkinkan pengguna untuk ‘menyematkan’ tab pilihan mereka ini hanya tersedia pada versi Windows, Mac, dan Linux dari browser. Namun, sejak Desember 2025, Google telah mengumumkan bahwa mereka akan mulai menyediakan fitur ini untuk perangkat Android.
Selanjutnya, fitur ini mulai digulirkan dan ditemukan dalam pembaruan terbaru Chrome untuk Android. Mirip dengan versi desktop, pengguna dapat memilih tab mana pun untuk disematkan, dan tab tersebut akan selalu muncul di atas, bahkan jika mereka menutup aplikasi. Hal ini tentunya akan memudahkan pengguna untuk kembali ke halaman yang sering mereka kunjungi atau penting bagi mereka tanpa perlu mencari-cari tab tersebut di antara tab lainnya.
Langkah-langkah Menggunakan Fitur Pinned Tabs pada Google Chrome untuk Android
Setelah melakukan pembaruan ke versi Google Chrome untuk Android 144.0.7559.132, pengguna dapat menyematkan tab penting di browser Chrome pada perangkat Android mereka. Untuk menyematkan sebuah tab, pengguna cukup menekan dan menahan tab yang diinginkan.
Bagian berikutnya, dari menu yang tersedia, pengguna dapat memilih opsi Pin tab. Tab Chrome yang dipilih akan disematkan di bagian atas daftar tab. Bahkan jika pengguna menutup browser, tab yang disematkan akan tetap muncul di bagian atas saat browser dibuka kembali. Pengguna dapat melepaskan sematan tab dengan mengikuti langkah yang sama atau dengan cara menutup tab tersebut.
Selanjutnya, hal ini menjadi bagian dari upaya Google untuk menawarkan pengalaman seperti desktop kepada pengguna smartphone Android-nya, sehingga mengurangi jarak antara keduanya. Baru-baru ini, laporan menunjukkan bahwa raksasa teknologi ini juga sedang bekerja untuk meningkatkan kompatibilitas Chrome dengan Mode Desktop terbaru di Android.
Mode Desktop sebelumnya dikatakan menjadi bagian dari Android 16 Quarterly Platform Release 1 (QPR1), dan memberikan antarmuka yang mirip dengan desktop kepada pengguna saat mereka menghubungkan model Pixel yang kompatibel ke tampilan eksternal.
Di sisi lain, fitur ini dilaporkan mengubah antarmuka pengguna Android menjadi tata letak multi-jendela, mirip dengan fungsi Samsung DeX. Chrome akan secara otomatis mengganti agent pengguna browser web saat perangkat dihubungkan ke tampilan sekunder untuk memuat versi desktop dari situs web dan halaman, menurut laporan tersebut.




