Setelah Empat Bulan di ISS, HTV-X1 Cargo Spacecraft Jepang Siap Dikirim Kembali ke Bumi

Dengan semangat penuh antusiasme dan persiapan yang matang, tim Ekspedisi 74 dari Stasiun Luar Angkasa Internasional siap untuk mengirimkan HTV-X1 cargo spacecraft, sebuah wahana antariksa kargo Jepang, kembali ke Bumi pekan ini. Sebagai sebuah kendaraan tanpa awak yang disediakan oleh JAXA, HTV-X1 telah berdiam di stasiun selama empat bulan, dengan tugas membawa suplai dan percobaan penting.
Selanjutnya, wahana ini direncanakan akan meninggalkan titik hubungan stasiun di modul Harmony dalam beberapa hari kedepan. Sementara itu, tim kru terus bekerja keras, berfokus pada berbagai penelitian biologi dan pengujian teknologi canggih. Semua upaya tersebut bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup manusia, baik di Bumi maupun di luar angkasa.
HTV-X1, Wahana Antariksa Kargo Jepang Bersiap untuk Kembali ke Bumi
Pada pukul 2:25 sore waktu EST pada tanggal 5 Maret, lengan robotik Canadarm2 stasiun akan digunakan oleh para kontroler penerbangan untuk melepaskan wahana antariksa dari modul Harmony, kemudian akan memarkirkannya sejenak, diikuti oleh pelepasannya ke orbit pada tengah hari Jumat. Setelah itu, HTV-X1 akan digunakan untuk melakukan eksperimen lainnya pada jarak yang aman selama sekitar tiga bulan, setelah itu wahana antariksa tersebut akan dikendalikan untuk turun dari orbit, terbakar di atmosfer sambil membuang ton sampah yang telah menumpuk di stasiun.
Eksperimen Sains dan Teknologi di Dalam HTV-X1 Cargo Spacecraft
Awak HTV-X1 telah melaksanakan berbagai penelitian sains dan teknologi selama misi ini. Dalam laboratorium Jepang, Kibo, tim penelitian telah memasang perangkat robotik baru dan melakukan tes kognitif sebagai bagian dari paket penelitian CIPHER mereka. Tujuan dari CIPHER adalah untuk melakukan penelitian aktivitas otak di antariksa.
Di sisi lain, para insinyur penerbangan tersebut menggunakan alat bernama EchoFinder-2, yang menggunakan kecerdasan buatan dan teknologi ultrasound di lab Columbus untuk melakukan pemindaian jarak jauh pada tubuh dengan menggunakan realitas tambahan. Sementara itu, cosmonaut Fedyaev menggunakan sensor untuk melakukan penelitian tentang tekanan darah di luar angkasa serta dampaknya terhadap sistem peredaran darah.




