Bayangkan sebuah bintang mirip matahari yang berada dalam tahap akhir kehidupannya, dikelilingi oleh selubung debu dan gas yang bercahaya, serupa telur raksasa di angkasa. Inilah gambaran dari Sun-Like Star in the Egg Nebula, sebuah fenomena luar biasa yang berada sejauh 1000 tahun cahaya dari Bumi, dan berhasil ditangkap oleh teleskop luar angkasa. Bintang di pusat nebula tersebut terbungkus dalam ‘kuning telur’ berdebu, sementara sinar bintang meledak melewati awan yang mengelilinginya.
Selanjutnya, fase ini, meskipun singkat, menawarkan kepada para astronom sebuah kesempatan langka untuk mempelajari detil-detil akhir dari kehidupan sebuah bintang. Proses dramatis ini memberikan pandangan yang sangat dekat ke dalam momen-momen terakhir sebelum bintang tersebut mati, memberikan wawasan berharga tentang siklus kehidupan di alam semesta.
Aksi Akhir dari Nebula Telur: Sorotan Bintang Mirip Matahari
Berdasarkan informasi dari NASA, gambar terbaru adalah potret memukau yang menunjukkan arsitektur kompleks dari Nebula Telur dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya. Cahaya dari bintang tersebut menembus rongga-rongga dari selubung debu dan gasnya, menciptakan dua sinar cahaya yang menerangi cincin gas yang terlempar. Simetri sempurna dalam strukturnya tidak mungkin terjadi pada supernova, namun sangat mungkin terjadi karena pancaran episodik, atau ‘semburan’ yang berasal dari inti bintang, menurut tim ilmuwan. Ini adalah gambaran mendetail tentang struktur nebula tersebut, berkat kombinasi dari gambar-gambar dari bintang tersebut.
Warisan Teleskop dan Nebula Planet: Bintang Seperti Matahari dalam Nebula Telur yang Dramatis
Untuk menjelaskan, nebula planet terjadi ketika bintang-bintang seperti matahari habis bahan bakar nuklirnya dan kemudian membuang cangkang luar mereka. Inti panas yang tersisa mengionisasi cangkang yang dibuang tersebut, menyebabkan nebula itu bercahaya. (Catatan: Ini tidak ada hubungannya dengan pembentukan planet yang sebenarnya.) Nebula Telur adalah tahap ‘pra-planet’ dari evolusi bintang yang sekarat. Sebagai pengingat, teleskop, yang dikerahkan jauh di tahun 1990, telah mengabadikan sejumlah nebula planet, seperti Nebula Helix dan Nebula Kupu-Kupu, dan masih menerangi evolusi bintang setelah lebih dari tiga dekade di luar angkasa.
