Xiaomi Menguji Miclaw, Agen AI Eksperimental yang Dapat Melakukan Tugas Kompleks di Berbagai Perangkat

Perusahaan raksasa teknologi asal China, Xiaomi, baru-baru ini mengumumkan percobaan mereka terhadap agen kecerdasan buatan (AI) inovatif yang diberi nama Miclaw. Agen AI ini dirancang untuk berfungsi sebagai asisten di seluruh perangkat, mampu menyelesaikan tugas secara otomatis melalui berbagai aplikasi pihak ketiga dan fitur sistem. Saat ini, Miclaw sedang dalam tahap beta tertutup dan jumlah pengguna terbatas, sebagai bagian dari upaya Xiaomi untuk menguji performa agen ini dalam skenario dunia nyata.
Selanjutnya, sebagai perusahaan yang fokus pada inovasi dan peningkatan pengalaman pengguna, Xiaomi tidak memberikan batas waktu kapan Miclaw akan diintegrasikan ke dalam perangkat mereka. Meski demikian, pengumuman ini menunjukkan langkah besar Xiaomi dalam meningkatkan interaksi antara pengguna dan perangkat pintar mereka. Ini juga menjadi bukti bahwa Xiaomi berkomitmen untuk terus memimpin dalam era kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT).
Percobaan Miclaw, Agen AI Eksperimental oleh Xiaomi
Di awal tahap pengujian, raksasa teknologi tersebut mengungkapkan telah memulai tahap uji coba tertutup yang terbatas di China. Uji coba ini hanya diundang dan saat ini tersedia pada model Xiaomi 17 Ultra dan Xiaomi 17 Pro. Perusahaan berpendapat bahwa Miclaw merupakan evolusi dari sistem AI yang berkembang dari “kemampuan dialog” menjadi “kemampuan eksekusi tingkat sistem”.
Namun demikian, Miclaw, yang dibangun di atas model Xiaomi MiMo AI, merupakan agen AI yang dilengkapi dengan pemahaman konteks pribadi, konektivitas ekosistem, dan kemampuan untuk melaksanakan alur kerja multi-langkah. Meskipun memiliki antarmuka seperti chatbot, Miclaw tidak menjawab pertanyaan, melainkan melaksanakan tugas. Setelah pengguna memberikan izin, Miclaw juga dapat mengakses aplikasi pihak ketiga untuk melakukan aksi di dalamnya berdasarkan teks bahasa alami dan petunjuk suara.
Di sisi lain, “Setelah memahami niat Anda dan memberikan otorisasi, Miclaw dapat memanggil aplikasi pihak ketiga dan kemampuan ekosistem, dan juga dapat memilih alat tingkat sistem secara otonom untuk menyelesaikan perintah Anda,” tutur perusahaan. Selain itu, Miclaw dapat mengenali pengguna, mengingat preferensi mereka, dan juga menginterpretasikan tugas yang kurang jelas untuk menyelesaikan operasi.
Bagian berikutnya, dengan sistem memori khusus, asisten AI agen ini dapat terus berkembang dan lebih memahami pengguna, semakin mereka berinteraksi dengan alat tersebut. Akhirnya, Xiaomi mengklaim bahwa Miclaw dapat membuat keputusan cerdas secara otonom, seperti membisukan ponsel selama rapat atau memberhentikan robot penyedot debu.
Beberapa tugas yang dapat dilakukan oleh Xiaomi Miclaw termasuk membaca dan menulis SMS, membuat dan menjadwalkan acara di Kalender, mencari dan mengekstrak informasi online, dan lainnya. Miclaw juga dapat melakukan pembelian online, menghitung waktu perjalanan, memeriksa cuaca, dan lainnya. Dengan berintegrasi dengan perangkat rumah pintar Xiaomi, Miclaw juga dapat mengelola berbagai peralatan dan melakukan penyesuaian secara otomatis.




