Berita NasionalKecerdasan Buatan (AI)TEKNOLOGI

Laporan ‘Code Red’ OpenAI Berakhir, Penundaan Mode Dewasa ChatGPT Kembali Terjadi

Terjadi kegaduhan signifikan di dunia teknologi ketika ‘Code Red’ OpenAI yang diumumkan oleh CEO mereka empat bulan lalu, kini dilaporkan telah mencapai tahap akhir. Selama periode ini, semua proyek selain ChatGPT ditempatkan dalam status tertunda. Menyusul pengumuman tersebut, perusahaan raksasa AI berbasis di San Francisco ini telah berhasil merilis tiga model AI baru dan beragam fitur baru untuk chatbot yang sedang naik daun.

Di sisi lain, penundaan fitur “Adult Mode” untuk ChatGPT yang sudah dinanti-nanti, tampaknya harus ditunda lagi. Hal ini dikarenakan adanya proyek lain yang memiliki prioritas lebih tinggi. Meski begitu, penundaan ini tidak mengurangi antusiasme para pengguna dan penantian mereka terhadap inovasi terbaru dari OpenAI.

Apakah Berakhirnya Kode Merah OpenAI Menandakan Kembalinya Fitur Dewasa ChatGPT?

Dalam sebuah kiriman di Substack, seorang sumber mengklaim bahwa OpenAI telah menyelesaikan ‘kode merah’ yang berlaku di seluruh perusahaan sejak Desember 2025. Hal ini terjadi setelah Fidji Simo, CEO Aplikasi di OpenAI, mengatakan dalam sebuah podcast bulan lalu bahwa kode merah akan berakhir setelah peluncuran model baru. Eksekutif tersebut juga menyoroti bahwa ‘kode merah’ hanya berdampak pada tim ChatGPT dan penelitian produk, tidak termasuk mereka yang bekerja pada proyek penelitian jangka panjang.

Selanjutnya, dengan berakhirnya ‘kode merah’, fokus perusahaan pada pertumbuhan ChatGPT sekarang dapat dialihkan ke berbagai produk dan layanan yang lebih luas, serta inisiatif baru. Diperkirakan bahwa aplikasi Sora akan menampilkan fitur baru dalam beberapa hari ke depan sebagai hasil dari ini.

Namun demikian, hubungan antara keduanya masih belum jelas, OpenAI dilaporkan menunda fitur Mode Dewasa ChatGPT untuk kedua kalinya. Seorang juru bicara OpenAI dilaporkan mengatakan kepada sumber bahwa fitur tersebut ditunda karena perusahaan fokus pada proyek lain yang memiliki prioritas lebih tinggi di bidang kecerdasan, peningkatan kepribadian, personalisasi, dan membuat pengalaman ChatGPT lebih proaktif.

“Kami masih percaya pada prinsip memperlakukan orang dewasa seperti orang dewasa, tetapi mendapatkan pengalaman yang tepat akan membutuhkan waktu lebih lama,” kata juru bicara tersebut. Perlu dicatat, fitur ini pertama kali diumumkan pada Oktober 2025 dan ditunda hingga Desember 2025. Kemudian, fitur ini kembali ditunda hingga kuartal pertama tahun ini. Belum jelas kapan perusahaan mungkin akan merilis fitur tersebut.

Related Articles

Back to top button