Berita NasionalSains & Luar AngkasaTEKNOLOGI

Studi Misi Carruthers Observatory NASA tentang Halo Hidrogen Bumi Dimulai

Sebuah misi penting baru saja dimulai oleh Observatorium Carruthers, NASA, pada 1 Maret 2026 yang akan berlangsung selama dua tahun. Misi ini fokus pada studi tentang lapisan terluar atmosfer Bumi, dikenal sebagai eksosfer, yang berlimpah dengan hidrogen dan menciptakan apa yang dikenal sebagai “geocorona” ultraviolet. Dengan berada di orbit Sun-Earth L1, sekitar satu juta mil dari Bumi, observatorium ini terus-menerus memantau kilauan geocorona.

Observasi ini bukan tanpa alasan. Diharapkan, melalui pengamatan tersebut, para ilmuwan dapat memahami bagaimana atmosfer bagian atas merespons terhadap peristiwa cuaca angkasa yang dipicu oleh matahari. Dengan kata lain, studi ini memiliki peran penting dalam memahami dan melindungi Bumi, khususnya dalam konteks Earth’s Hydrogen Halo.

Update Terbaru: Status Misi dan Observasi Halo Hidrogen Bumi

Selanjutnya, berdasarkan data yang disampaikan oleh NASA, Carruthers diluncurkan pada September 2025 dan telah mencapai orbit halo-nya di sekitar titik Sun-Earth L1 pada Januari 2026. Carruthers dilengkapi dengan dua kamera ultraviolet untuk mengabadikan gambar geocorona hidrogen. Dengan bantuan Carruthers, perluasan dan kontraksi halo hidrogen di sekitar eksosfer dapat dipelajari selama periode dua tahun. Hal ini memberikan informasi mengenai bagaimana atmosfer bagian atas Bumi bereaksi terhadap badai matahari dan aliran cepat angin matahari.

Tujuan dan Tim Penyelidik Misi Halo Hidrogen Bumi

Di sisi lain, Observatorium Carruthers merupakan sebuah satelit kecil yang dikembangkan oleh BAE Systems, dengan peran utama dipimpin oleh University of Illinois Urbana-Champaign. Observatorium ini dilengkapi dengan dua kamera ultraviolet dan merupakan satelit pertama yang dirancang untuk mengeksplorasi eksosfer di sekitar Bumi. Observatorium ini mendapat dukungan dari University of California di Berkeley dan Utah State University dalam pengembangan payload, serta Goddard Space Flight Center dalam pengelolaan misi.

Bagian berikutnya, observatorium ini dinamakan sesuai dengan ilmuwan dari program Apollo yang bekerja pada era 1960-an, George Carruthers. Observatorium ini memiliki tujuan untuk membantu menjawab beberapa pertanyaan fundamental mengenai ukuran halo hidrogen dan bagaimana Bumi dan Mars kehilangan air ke ruang angkasa.

Related Articles

Back to top button