Quantum Gravity Mystery: Unraveling with Non-Repeating Quasicrystal Patterns, Claim Scientists

Apakah Anda pernah berpikir bahwa struktur alam semesta mungkin lebih rumit daripada yang kita tahu? Fisikawan baru-baru ini memperkenalkan gagasan berani bahwa struktur alam semesta mungkin adalah bentuk dari quasicrystal spacetime, sebuah pola teratur yang tidak pernah sepenuhnya berulang namun tetap taat pada aturan tersembunyi. Ini berbeda dari kristal biasa yang berulang secara merata di ruang, struktur teoretis ini juga akan merentang melalui waktu, menggabungkan menjadi satu struktur yang diatur oleh teori relativitas Einstein.
Di sisi lain, fisikawan berpendapat bahwa pola seperti ini bisa ada secara alami di spacetime itu sendiri, memberikan cara baru untuk memikirkan tentang tatanan dan simetri alam semesta. Ini mungkin bahkan bisa membantu kita menjawab pertanyaan-pertanyaan lebih mendasar tentang sifat alam semesta pada skala yang sangat kecil, mungkin bahkan pada tingkat Quantum Gravity.
Model Matematika Menunjukkan Kemungkinan Adanya Struktur Quasicrystal Non-Berulang dalam Ruang-Waktu
Berdasarkan paper yang dikirimkan ke arXiv, peneliti secara matematis menunjukkan bahwa struktur mirip quasicrystal dapat terbentuk dalam ruang-waktu melalui proyeksi grid berdimensi lebih tinggi ke ruang empat dimensi dengan kemiringan irasional.
Selanjutnya, quasicrystals terkenal karena struktur reguler mereka yang tidak memiliki pola berulang, yang telah ditemukan di meteorit dan bahan laboratorium. Para ilmuwan mengatakan bahwa sementara kristal biasa berulang dengan presisi, quasicrystals mempertahankan ketertiban meskipun pola mereka tidak berulang dengan sempurna, menjadikan mereka sistem yang teratur namun unik.
Kuasikristal Ruang-Waktu Bisa Menjaga Simetri Relativitas dan Mendorong Teori Quantum Gravity
Fisikawan telah mengusulkan bahwa kuasikristal ruang-waktu bisa mematuhi simetri Lorentz, suatu prinsip fundamental dari teori relativitas yang menyatakan bahwa hukum fisika tetap sama, baik pengamat diam maupun bergerak dengan kecepatan tinggi. Hal ini penting karena kristal biasa dan semua kuasikristal yang sebelumnya dikenal akan menyimpang dari simetri ini ketika dilihat dalam keadaan gerak yang berbeda.
Namun demikian, ide tentang kuasikristal ruang-waktu ini bisa menampung teori dalam quantum gravity dan teori string, menurut peneliti. Mereka menyarankan struktur ini bisa memberikan kerangka kerja untuk “membagi” ruang-waktu menjadi titik-titik diskrit sambil tetap menghormati simetri Lorentz. Bagian berikutnya akan menunjukkan bahwa konsep-konsep ini masih bersifat spekulatif dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah mereka mencerminkan sifat sebenarnya dari alam semesta.




