Harga Samsung Galaxy S20 Series di AS Terungkap Kembali Sebelum Peluncuran 11 Februari; Trademark Nonacell Terdeteksi

Informasi harga untuk seri Samsung Galaxy S20 telah beberapa kali bocor dan mencakup beberapa wilayah termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan bahkan pasar domestik perusahaan di Korea Selatan. Kurang dari seminggu sebelum peluncuran resminya, harga yang diduga untuk Galaxy S20, Galaxy S20+, dan Galaxy S20 Ultra di pasar Amerika Serikat muncul lagi di internet. Selain itu, Samsung juga telah mengajukan permohonan untuk merek dagang dengan nama ‘Nonacell’ di Inggris, yang tampaknya merujuk pada teknologi kamera pixel binning 9-in-1 yang digunakan pada Galaxy S20 Ultra.
Selanjutnya, seorang analis teknologi bernama Jon Prosser (@jon_prosser) mengumumkan harga terbaru untuk smartphone unggulan Samsung di pasar Amerika Serikat. Galaxy S20 standar, yang akan menggantikan Galaxy S10e, diperkirakan akan dipasarkan dengan harga $999 (sekitar Rp. 71.000). Sedangkan Galaxy S20+, yang diperkirakan akan menggantikan Galaxy S10 biasa, diperkirakan akan dijual dengan harga $1,199 (sekitar Rp. 85.000). Untuk Galaxy S20 Ultra yang merupakan model paling tinggi dan diklaim akan menggantikan Galaxy S10+, dibutuhkan biaya yang cukup besar yaitu $1,399 (sekitar Rp. 100.000). Menariknya, harga Galaxy S20 Ultra akan setara dengan harga ponsel lipat Galaxy Z Flip di Amerika Serikat.
Di sisi lain, Samsung telah mengajukan permohonan merek dagang untuk nama ‘Nonacell’ di Kantor Properti Intelektual Kerajaan Inggris. Untuk informasi, ‘nona’ adalah kata Latin yang berarti ‘kesembilan’ atau menunjukkan sesuatu yang berhubungan dengan angka ‘9’. ‘Nonacell’ kemungkinan besar merujuk pada teknologi pixel binning 9-in-1 yang akan digunakan oleh sensor ISOCELL Bright HMX 108 megapiksel buatan Samsung sendiri yang akan dimasukkan dalam Galaxy S20 Ultra.
Bagian berikutnya membahas teknologi Nonacell akan menggabungkan sembilan piksel berukuran 0,8 mikron masing-masing untuk menciptakan piksel yang lebih besar dengan ukuran efektif 2,4 mikron. Pembuatan piksel yang lebih besar memastikan data optik dari sekitar dikumpulkan dengan lebih efisien untuk menghasilkan gambar yang lebih cerah dan detail. Dengan kata lain, ‘nonacell’ adalah pixel binning 3×3 yang melibatkan array sembilan piksel, sedangkan kamera 48-megapiksel konvensional menggunakan solusi ‘tetracell’ untuk melakukan pixel binning 2×2 dan menghasilkan foto 12-megapiksel.




